Satgas GEMANIKA STMIK Bani Saleh Menghadiri Kongres Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba

  • image

Acara kongres nasional anti penyalahgunaan narkoba fornas mapan yang turut dihadiri dari 42 Perguruan Tinggi Se-Indonesia antara lain STT PLN, Politeknik Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, BSI, salah satunya adalah kampus STMIK Bani Saleh yang mengirimkan utusannya Satgas Gemanika (Gerakan Mahasiswa Anti Narkotika) Munandar, Ferry, Ibnu.

Satgas gemanika STMIK Bani Saleh hadir dan berbaur bersama dengan rekan-rekan satgas dari Perguruan Tinggi lainnya se Indonesia. Pembina Satgas Gemanika STMIK Bani Saleh mengatakan, "Kita dalam memerangi sindikat narkoba harus dituntut mempunyai kekuatan yang terorganisir", dan lanjutnya "Diharapkan juga kegiatan-kegiatan upaya mahasiswa dalam memerangi narkoba sebagaimana yang telah dilakukan oleh formas mapan ini bisa bersinergi dengan Artipena (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba) dan Gerakan Mahasiswa (Gema) Artipena,"

Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 29 - 1 Mei 2017 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan hari pertama (29/4) dimulai dari pukul 09.30 sampai dengan 18.00 WIB, acara pertama dibuka dengan pentas seni mahasiswa, sambutan sambutan dari ketua pelaksana kongres, sambutan perwakilan rektor IPB. Dilanjut dengan Seminar Nasional Pertama oleh Kepala BNN Drs. Budi Waseso, S.H. Seluruh peserta perwakilan Perguruan Tinggi Se-Indonesia dibekali materi tentang penguatan kemampuan dan pemahaman mengenai pencegahan penyalahgunaan narkorba. Seminar selanjutnya dari Kemenristekdikti, kemudian acara berikutnya dilanjutkan taklshow dari ARTIPENA, POLRI, GRANAT BNNK BOGOR sekaligus dilaksanakan pembekalan tes urin untuk pengambilan sample secara acak kepada peserta kongres.
Pada sesi talkshow tersebut H.KRH. Herry Yosodiningrat sekaligus Ketua Umum GRANAT menjelaskan, peran serta partisipasi satgas diharapkan dapat membantu BNN dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba dan berperan  aktif untuk menjadi satgas anti penyalahgunaan narkoba dikampus maupun dilingkungan masyarakat.

Pada kegiatan kedua (30/4) dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 04.30 WIB, peserta Kongres Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba menyusun strategi untuk pergerakan mahasiswa anti Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, dan dilanjutkan dengan menjelaskan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Satgas/UKM yang nantikan dijadikan oleh Koordinator Pusat dan Koordinator Wilayah.
Kegiatan ketiga (1/5) dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB, kegiatan hari terakhir tentang pemaparan hasil kajian kongres secara menyeluruh kepada seluruh peserta dan dilanjutkan dengan sesi penutupan sekaligus pengambilan sesi dokumentasi.
Ketua Umum Satgas Gemanika STMIK Bani Saleh, Ibnu mengatakan inilah pergerakan mahasiswa Indonesia yang mengatasnamakan Formas Mapan untuk memberikan aksi nyata guna untuk melindungi para mahasiswa dan masyarakat Indonesia agar tidak terjurus dalam lingkup bahaya Narkoba.

BERITA TERKAIT